Misteri Ribuan Ekor Ikan Bermatian di Danau Toba Belum Diketahui Pasti

Fenomena ikan bermatian kembali terjadi di Danau Toba. Petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Siogung-ogung Kabupaten Samosir alami kerugian besar.
Niolando Naibaho, satu dari pemilik KJA di Pangururan Samosir, pada Jumat (23/10) mengatakan ikan yang dia budidayakan di petak-petak keramba tetiba mati mendadak, padahal sudah tiba waktunya untuk dupanen.
“Saya tidak menyangka ikan-ikan ini bakalan mati mendadak, padahal beberapa hari lagi sudah bisa dipanen untuk dijual, “terang Niolando.
Menurut Niolando, ikan miliknya mulai mati mendadak sejak sejak Selasa 20 Oktober 2020 lalu. Demikian juga dengan milik penduduk lainnya di kawasan Kelurahan Si Ogung-Ogung, Tanjung Bunga, Pangururan.
Tak hanya dirinya, sejumlah warga lainnya pun ditimpa kerugian atas matinya ikan di keramba mereka yang diperkirakan capai ratusan ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Viktor Sitinjak kepada wartawan menyampaikan, tahun-tahun sebelumnya hal serupa juga pernah terjadi. Kondisi ini pernah beberapa kali terjadi di perbatasan Dairi dan setelah diarahkan ke tempat yang dalam tidak terjadi lagi.
“Kemudian ikan juga di tidak boleh terlalu banyak dalam satu keramba “ujar Viktor.
Pun demikian, Viktor mengaku pihaknya masih bekerja untuk menghitung berapa banyak jumlah ikan yang mati mendadak.
“Tim kami masih menghitung dan diperkirakan ada ratusan ton,”ujar Viktor.
Sajauh ini, berdasarkan pemeriksaan mereka di lokasi matinnya ratusan ton ikan diakibatkan angin kencang disertai arus deras yang berputar di bawah permukaan air danau dan membuat air keruh naik ke atas permukaan, hingga ikan pun kesulitan mendapatkan oksigen.
“Ini sebenarnya bisa terjadi akibat dari kurang dalamnya air atau terlalu dangkal lokasi keramba, kami juga sudah sarankan agar keramba ditarik ke arah yang lebih dalam dan yang kedua dikurangi ikan dalam keramba agar mudah bernafas,” tambahnya.
Meski begitu, kata Viktor, mereka juga melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan dan melihat kualitas air hingga ada faktor-faktor pengaruh lain.
“Untuk penguburan ikan mati sudah kami koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum hanya saja alatnya masih bekerja di Sipira. Demikian informasi sementara yang dapat kami berikan,”ujarnya.